page

Sunday, February 12, 2012

ANTI ALERGI atau ANTI HISTAMIN

Alergi Adalah reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap substansi tertentu (alergen) yang biasanya tidak berbahaya tetapi pada individu yang sensitif dapat memicu terjadinya reaksi alergi.
Alergen dapat berupa : debu, serbuk tumbuhan, makanan dan lain-lain.
Manisfesti dari alergi terdapat dalam beberapa bentuk yaitu :
    Alergi pada saluran pernafasan misalnya : rinitis, asma, atau hay fever
    Alergi pada saluran pencernaan meliputi : Muntah, sakit perut dan diare (terutama pada bayi dan anak-anak)

Gejala dan tanda
•    Bersin berulangkali
•    Hidung berair (rhinorrhea)
•    Tenggorokan, hidung,
•    kerongkongan gatal
•    mata merah, gatal, dan berair
•    Post-nasal drip
•    Pada SAR : sneezing, runny nose, watery & itchy eyes most common
•    Pada PAR : nasal congestion & post-nasal drip 􀃆 most common
Pathogenesis Reaksi alergi:
-immediate response (hitungan menit)
-Late response (3-24 jam)

Diagnosis : Perlu pemeriksaan fisik, riwayat pengobatan, dan riwayat Keluarga
•    Jika diperlukan, lakukan test : skin test/skin prick test atau RAST (Radioallergosorbent test). Caranya skin test? Yaitu dengan menyuntikkan ekstrak alergen (senyawa test) secara subkutan tunggu reaksinya
•    Skin prick test : kulit digores dengan jarum steril, ditetesi senyawa Alergen tunggu reaksinya

1.    Pengobatan :
Non-farmakologi:
•    Menghindari pencetus (alergen), Amati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu, serbuk sari, bulu binatang, dll)
•    Jika perlu, pastikan dengan skin test
•    Jaga kebersihan rumah, jendela ditutup, hindari kegiatan berkebun. Jika harus berkebun, gunakan masker wajah
Farmakologi :
•    Jika tidak bisa menghindari pencetus, gunakan obat-obat anti alergi baik OTC (Over The Counter) maupun ethical
•    Jika tidak berhasil, atau obat-obatan tadi menyebabkan efek samping yang tidak bisa diterima, lakukan imunoterapi
2.    Menggunakan obat untuk mengurangi gejala
•    Antihistamin
•    Dekongestan
•    Kortikosteroid nasal
•    Sodium kromolin
•    Ipratropium bromida
•    Leukotriene antagonis
3.    Imunoterapi : terapi desensitisasi


Anti Histamin H1
•    Lini pertama pengobatan alergi : Diabsorpsi baik dan dimetabolisme di hepar
•    Generasi pertama : berefek sedatif, durasi aksi pendek
•    Generasi kedua : tidak berefek sedatif, durasi aksi lebih panjang generasi pertama

Efek terapi
Obat    Durasi aksi
Aksi pendek

Fenilefrin HCl    Sampai 4 jam
Aksi sedang

Nafazolin HCl
Tetrahidrozolin HCl    4 – 6 jam
Aksi panjang
Oksimetazolin HCl
Xylometazolin HCl    Sampai 12 jam

(Schwinghammer, 2001)

1.    Dekongestan
golongan simpatomimetik beraksi pada reseptor adrenergik pada mukosa hidung untuk menyebabkan vasokonstriksi, menciutkan mukosa yang membengkak, dan memperbaiki pernafasan. Penggunaan dekongestan topikal tidak menyebabkan atau sedikit sekali menyebabkan absorpsi sistemik. Penggunaan agen topikal yang lama (lebih dari 3-5 hari) dapat menyebabkan rinitis medikamentosa, di mana hidung kembali tersumbat akibat vasodilatasi perifer batasi penggunaan
Dekongestan oral
Onset lambat, tapi efek lebih lama dan kurang menyebabkan iritasi lokal tidak menimbulkan resiko rhinitis medikamentosa
•    Contoh : Fenilefrin, Fenilpropanilamin, Pseudo efedrin, IT sempit, resiko hipertensi
2.    sodium kromolin
•    suatu penstabil sel mast mencegah degranulasi sel mast dan pelepasan mediator, termasuk histamin. tersedia dalam bentuk semprotan hidung untuk mencegah dan mengobati rinitis alergi.
•    Efek sampingnya : iritasi lokal (bersin dan rasa perih pada membran mukosa hidung
•    Dosisnya untuk pasien di atas 6 tahun adalah 1 semprotan pada setiap lubang hidung 3-4 kali sehari pada interval yang teratur.
•    Untuk rinitis seasonal, gunakan obat ini pada saat awal musim alergi dan digunakan terus sepanjang musim.
•    Untuk rhinitis perennial, efeknya mungkin tidak terlihat dalam 2-4 minggu pertama, untuk itu dekongestan dan antihistamin mungkin diperlukan pada saat terapi dimulai.
3.    Ipratorium bromide
•    Merupakan agen antikolinergik berbentuk semprotan hidung bermanfaat pada rinitis alergi yang persisten atau perenial memiliki sifat antisekretori jika digunakan secara lokal dan bermanfaat untuk mengurangi hidung berair yang terjadi pada rinitis alergi. tersedia dalam bentuk larutan dengan kadar 0,03%, diberikan dalam 2 semprotan (42 mg) 2- 3 kali sehari.
•    Efek sampingnya ringan, meliputi sakit kepala, epistaxis, dan hidung terasa kering.
4.    Imunoterapi
•    Desensitisasi : Bersifat kausatif
•    imunoterapi merupakan proses yang lambat dan bertahap dengan menginjeksikan alergen yang diketahui memicu reaksi alergi pada pasien dengan dosis yang semakin meningkat.
•    Tujuannya adalah agar pasien mencapai peningkatan toleransi terhadap alergen, sampai dia tidak lagi menunjukkan reaksi alergi jika terpapar oleh senyawa tersebut.
Anti alergi untuk ibu hamil
•    Tetapi harus diingat bahwa kondisi hamil adalah kondisi yang sangat immunocompromised (daya tahan tubuh rendah) sehingga kejadian alergi akan sesuatu akan lebih sering terjadi. Cara terbaik adalah menghindari faktor pencetusnya.
Akan tetapi, bila alergi sudah telanjur menimbulkan reaksi, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Jika memungkinkan, gatal-gatal bisa diobati dengan salep atau krim yang bersifat lokal atau topikal sehingga efeknya ke bayi bisa ditekan seminimal mungkin. Mengenai obat-obatan oral – termasuk antihistamin - sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsinya.
Jenis terapi obat DOEN
•    deksametason
•    difenhidramin
•    klorfeniramin
•    epinefrin

1.    DEXAMETHASONE
•    alergi,dosis oral 0,5-10 mg/hari
•    suntik im/iv lambat atau infus 0,5-20 mg
•    nama lain: dexametason natrium fosfat 5mg/ml injeksi
•    nama dagang: danaxone, cortidex, dexa-m, lanaxone, molacort, benoson,alerdex, selestone,
2.    KLORFINERAMIN
•    atau chlorpheniramin maleat
•    indikasi: terapi alergi,urtikaria,pengobatan darurat anafilaksis
•    efek samping: mengantuk,sedasi,gangguan saluran cerna,hipotensi,nyeri kepala,
•     Nama dagang : ctm, aludona, anacetin, procold, promidex, refagan, tuzalos dll.
3.    DIFENHIDRAMIN
•    atau difenhidramin hcl 10 mg/ml injeksi
•    bekerja pada sistem saraf pusat efek sedative moderate anti kolinergik
•    indikasi: antihistamin,reksi ekstra piramidal karena pengaruh obat
•    dosis dewasa: 3 x sehari 25-50 mg
•    kemasan : ktk 100 ampul 1 ml,10 mg/ml injeksi
•    nama dagang : corsadryl, dextrosin, fortusin, ikadryl, inadryl, lapisiv, poncodryl dll
4.    EFINEPRIN
•    atau adrenalin
•    sebagai epinefrin hcl/bitartrat 0,1% injeksi
•    terapi darurat syok anafilaksis akut hipertensi,peny jantung iskemik
•    efeks samping: reaksi sistemik,gugup,gelish,insomnia,cemas,tremor
•    nama dagang : pehacain

No comments:

Post a Comment